Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)Dalam Seleksi Panitia Pengawas Kecamatan
DOI:
https://doi.org/10.33372/mkf6r708Keywords:
AHP SPK Seleksi Panitia pengawas kecamatanAbstract
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan merupakan lembaga
pengawas pemilu yang di bentuk oleh Bawaslu Kabupaten /
Kota untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan Pemilu
yang ada di tingkat kecamatan. Pemilu yang demokratis
merupakan tujuan utama di bentuknya Panwascam sehingga
penyelenggaraan Pemilu ditingkat kecamatan berjalan sesuai
dengan amanat undang-undang. Untuk menghindari
terjadinya subyektivitas dan nepotisme dalam seleksi
Panwascam maka perlu adanya Sistem Pendukung
Keputusan untuk membantu Ketua Bawaslu dalam
mengambil keputusan. Sistem Pendukung Keputusan
merupakan sistem yang dapat dijadikan alternatif untuk
membantu dalam proses pengambilan keputusan. Salah satu
metode yang dapat di gunakan yaitu Analytical Hierarchy
Proses (AHP). Masalah yang bersifat kompleks bisa di
selesaikan dengan metode AHP. Seleksi Panwascam
dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota sesuai dengan
peraturan dan perundang-undangan dan menggunakan
kriteria-kriteria yang sudah di tetapkan yaitu Tes Tertulis,
Tes Wawawancara, Kejujuran, Loyalitas, Kerjasama
sedangkan alternatifnya yaitu Wiryawan, Febri Kamseno, M.
Hadi Wijaya, Andang Krisna. S, Ahmad Syukur, Wahyu
Hidayat. Dari kriteria tersebut dibandingkan kriteria dengan
kriteria, kriteria dengan alternatif dan menetukan prioritas
berdasarkan pringkat dari setiap alternatif. Kemudian dari
hasil analisis dan perhitugan tersebut diuji dengan
menggunakan aplikasi SuperDecisions